Momen Bersejarah di Jakarta: Fancon 2025 Perkenalkan Trading Card Sebagai Hobi Baru, Hadirkan Legenda Sepak Bola dan Musisi Top.
Kota Jakarta (TGN) – Fancon 2025, event yang baru pertama kali digelar, sukses menarik perhatian lebih dari 500 pengunjung dari berbagai usia dan latar belakang. Acara yang berlangsung selama dua hari ini mencatatkan sejarah dengan memperkenalkan konsep Trading Card dan collectible items (barang koleksi) secara masif sebagai sebuah hobi baru bagi masyarakat Indonesia.

Berbagai bintang tamu dan panelis dari dunia olahraga, musik, dan koleksi hadir memeriahkan Fancon 2025, termasuk legenda sepak bola Kurniawan Dwi Yulianto dan pesepak bola putri Shafira Ika serta Zahra Muzdalifah, bek muda timnas Muhammad Ferarri, atlet voli Yolla Yuliana, rapper legendaris Iwa K, penyanyi Danilla, serta atlit basket pro seperti Erick Ibrahim, Radityo Wibowo, dan content creator yaitu Rocky Padilla.
Acara ini tidak hanya menyediakan fan meeting dan sesi tanda tangan, tetapi juga menjadi wadah interaksi sehat antara komunitas, penggemar, dan idola mereka.

Fenomena mengoleksi kartu atau trading card mungkin sudah familiar di Amerika dan Eropa, namun di Indonesia, hal ini masih tergolong baru. Fancon 2025 hadir untuk mengisi kekosongan tersebut.
Dalam wawancara eksklusif, Hafizh, salah satu perwakilan Fancon, menjelaskan ide utama di balik acara ini. “Ide tercetusnya Fancon adalah tujuannya membangun interaksi sehat antara Fans dan Idolanya, dan juga membangun suatu community yang baru, yang sehat, antara sesama komunitas kolektor kartu,” ujar Hafizh.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi di tengah perkembangan pasar global yang masif. “Karena kita juga melihat market tentang Grading Card di Indonesia sendiri memang perlu adanya edukasi. Teruntuk awal fancon ini juga kami memfokuskan kepada collectible kartu tentunya, dan juga bisa datang langsung dan signing di acara mengenai Fancon,” tambahnya.
Kehadiran variasi bintang tamu, terutama atlet legendaris seperti Kurniawan Dwi Yulianto dan Yolla Yuliana pada hari pertama, menciptakan good environment yang sangat positif.

Priska, perwakilan Fancon lainnya, mengungkapkan kegembiraannya melihat interaksi yang terjadi. “Adanya kolaborasi antara APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia) dengan Fancon tentu membantu kami , ditambah kami menghargai Coach Kurniawan untuk mau hadir dan berbagi pengalamannya, sharing dan berinteraksi dengan fans. Bahkan tadi ada yang masih muda sekali mau hadir dan menumbuhkan good environment fans interaction,” jelas Priska.
Meskipun pasar trading card di Indonesia belum sebesar di negara lain, Hafizh dan Priska yakin bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai.
”Kami melihat bahwa kembali tadi sudah ada mulai kenaikan market di mana sudah beberapa orang yang mengkoleksi collectible trading cards dan collectible items lainnya. Dan di situ kami melihat kenapa kami nggak mencoba saja untuk memulai dari sekarang untuk terutama market di Indonesia,” ungkap Priska.
Dengan hadirnya 60 tenant pada acara Fancon 2025, Priska melihat ini sebagai momentum yang tepat. “Di situ kami melihat bahwa sudah mulai, dan itu baru sebagian dan belum semuanya. Dari situ kami melihat di situlah momentumnya,” tegasnya.
Mengadakan event pionir tentu memiliki tantangan tersendiri. Hafizh mengakui bahwa persiapan waktu yang mepet serta kondisi pasar yang masih berkembang dan baru melibatkan segelintir orang adalah tantangan utama.
”Mengenai Challenges ya tadi membuka wawasan bahwa ini bukan sekadar jualan kartu, tetapi juga merupakan acara a good community based yang di mana adanya interaksi antara tiap komunitas dan tentunya guest star. Intinya, adanya Interaksi Sehat,” tutup Hafizh, menekankan bahwa Fancon hadir bukan hanya sebagai tempat transaksi, tetapi sebagai basis komunitas baru.
Fancon 2025 diharapkan menjadi tonggak awal bagi perkembangan budaya trading card dan collectible items di Indonesia, menjanjikan potensi besar dan interaksi komunitas yang sehat di masa depan.***(UBD/PU-FCN-007)
