The Battle of the Winner: ITHB Bungkam ITB Lewat Dominasi Defense di Uption 2026.

Bandung (TGN) – Gelaran Uption 2026 kategori putra menyuguhkan laga bergengsi pada Sabtu, 7 Februari 2026 yaitu bertajuk “The Battle of the Winner”. Pertandingan ini mempertemukan dua jawara Liga Mahasiswa (LIMA) regional Bandung tahun lalu: ITHB (Juara Divisi 1 LIMA 2025) melawan ITB (Juara Divisi 2 LIMA 2025).

Meski menyandang status juara di level masing-masing, ITHB membuktikan kelasnya sebagai penguasa divisi utama dengan performa yang dominan sejak menit awal.
ITHB tidak memberikan ruang napas bagi lawan sejak Tip Off dimulai, dimana tim asuhan Coach Ricky langsung tancap gas. Keberhasilan mencetak poin di detik-detik awal pertandingan membuat ITHB langsung masuk ke dalam “game mode” yang solid, dimana faktor tersebut memaksa ITB bermain di bawah tekanan sejak awal kuarter.
Meski kini tampil tanpa pilar utama seperti Raisha (Satria Muda Pertamina) dan Paschal ( Hangtuah Jakarta) yang pada akhir 2025 lalu melajutkan karir ke level pro, akan tetapi kolektivitas ITHB terbukti tetap terjaga.
Wiliam (24) yang merupakan bagian terakhir dari trio ITHB pada LIMA 2025 (Raisha,Paschal,dan Wiliam) hari ini menunjukkan perkembangan signifikan dalam memimpin squad The Arrows, akan tetapi sorotan utama tertuju pada Vaico (21). Tampil dengan mentalitas yang lebih matang, Vaico mencuri perhatian lewat peningkatan decision making yang dewasa di momen-momen krusial.

Pada game hari ini juga ITHB memantapkan sebuah pepatah “Defense wins championships”, ITHB menunjukkan disiplin pertahanan yang luar biasa, dan memanfaatkan strategi full court press yang solid serta transisi cepat ke half-court defense berhasil membuat alur serangan ITB mengalami deadlock.
Zone Defense yang menjadi trademark Coach Ricky terbukti masih sangat efektif untuk mengunci pergerakan pemain ITB, membuat mereka kesulitan. ITB sebenarnya memberikan perlawanan yang cukup baik secara organisasi permainan. Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi kendala utama tim Ganesha.
Meski meraih kemenangan meyakinkan, ITHB masih memiliki beberapa pekerjaan rumah (PR). Tercatat beberapa kali terjadi turnover dan pelanggaran traveling yang tidak perlu di tengah lapangan.
Namun, tantangan terbesar bagi ITHB ke depan adalah kedalaman skuad. Dengan rotasi yang saat ini hanya menyisakan 9 pemain, manajemen ITHB dan Coach Ricky diprediksi harus segera bergerak cepat dalam merekrut student-athlete baru guna menjaga kebugaran tim di turnamen-turnamen mendatang.***(UBD/PU-UWY-007).
